Oh
My Ghost
Hola…namaku Vanesa Lugasta,aku kuliah di jurusan
kedokteran.Aku mempunyai kakak bernama Thomas Lugasta,dia bekerja sebagai
pengusir hantu.kalian ingin tahu kenapa kakak laki-lakiku ini memilih pekerjaan
yang sangat aneh itu? Biarkan aku bercerita sedikit tentang hal itu.
•••
Rumah sakit,17 mei 2000
malam ini aku ada ujian
praktek,aku dan dosen ku sedang menelusuri lorong-lorong rumah sakit ini.kami
berhenti di kamar dengan nomor 444,kami pun masuk.Di dalam kami mencium bau
busuk yang sangat menyengat.Di depan kami ada sebuah mayat yang sudah membusuk.
“nah Vanesa,silahkan periksa mayat ini”perintah miss faust
kepadaku.
“mayat ini!?”kataku tidak percaya.Di dalam hatiku ada
penolakan yang sangat besar,tapi mau bagaimana lagi.Ini adalah cara satu-satunya
untuk lulus ke semester berikutnya.
“yeah!”kata miss faust sambil menampakkan senyum penuh
kemenangan-nya kepada ku.
Aku pun segera mengambil beberapa alat kedokteran,tanpa pikir
panjang aku segera mengambil sample darah mayat ini.tapi ada sesuatu yang
mengejutkan,tiba-tiba tangan mayat ini langsung memegang tangan ku.aku panik
setengah mati,kucoba minta bantuan kepada miss faust.tapi guruku itu justru
menggeleng sambil menutup mulut-nya rapat-rapat.aku bertambah panik,tanpa sengaja aku mengeluarkan
teriak-kan 24 oktaf ku yang telah lama ku simpan dalam tenggorokan ku.Tiba-tiba
saja semua menjadi hitam,tak ada yang tersisa lagi.
“vanesa,ikutlah denganku ke surga”suara lembut yang diikuti
senyuman manis itu telah membuat ku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
“siapa namamu?”tanyaku sambil berusaha mengejar pria tampan
yang sedari tadi terus menjauh dariku.
“namaku….Felix levando”jawabnya.
Tiba-tiba dia menghilang,aku terkejut.kupanggil namanya
berkali-kali,tapi dia tak kunjung muncul.tanpaku sadari air mataku menetes,aku
menangis (?)
Aku terbangun,ku lihat sekelilingku.kamar bernuansa putih
dengan infuse yang menancap di pergelangan tanganku.jadi yang tadi itu Cuma
mimpi?
“Vanesa Lugasta?”terdengar suara samar-samar seorang
laki-laki.mungkin itu kakakku.
“oh…ada di ruangan nomor 445”jawab seseorang yang ku duga
sebagai dokter atau perawat.setelah ku cerna baik-baik kata-kata itu aku
teringat ujian praktek di ruangan nomor 444.jadi dengan kata lain aku
bersebelahan kamar dengan mayat yang berbau busuk itu.
aku menghela nafas panjang,mencoba menenangkan diri dari
pikiran negative ku.tiba-tiba pintu kamarku terbuka,terlihat sosok gagah
berpakaian serba hitam dengan jaket yang terbuka.laki-laki itu tersenyum
melihat aku baik-baik saja.
“kakak…”suaraku parau,rasanya sulit untuk membuka mulut.
“ssstt…jangan banyak bicara,kau diam saja ya!”kata kakakku
dengan senyum di wajahnya.
Aku hanya mengangguk lemah,tiba-tiba saja laki-laki itu
menatapku sinis.senyuman yang menenangkan hati itu berubah menjadi tatapan
sinis mengerikan.
“kalau ikut seseorang harus hati-hati donk! Jangan asal ikut
gitu aja!”omel kakakku dengan tatapan sinis-nya.
“m…maksud kakak?”tanyaku dengan suara parau seperti orang yang
sedang sakit parah,aku binggung kenapa kakakku tiba-tiba ngomel seperti itu.
“Wanita yang kau panggil miss faust kemaren adalah HANTU
tau!”teriak kakakku.
“hantu?”tanyaku lagi sambil meyakinkan pendengaranku.
“yep! Hantu yang menyamar sebagai orang yang kau kenal”jawab
kakakku.
“tapi dari mana kakak tau?”aku mulai curiga kepada
kakakku,mungkin dia membuntutiku karena keluar malam.
“dasar bodoh,mana ada kakak yang membiarkan adiknya keluar
malam bersama seorang wanita tua.”jelas kakakku,tapi dia belum menjawab
pertanyaan ku sepenuhnya.
“dengan kata lain,kakak membuntuti ku?”aku berusaha mencerna
kata-kata-nya.
“bisa dibilang begitu”kakakku membenarkan.ternyata dugaan ku
benar.
Tiba-tiba badan ku bergetar hebat,ruh ku seakan ingin pergi
dari tubuhku.kulihat kakakku terkejut melihat keadaan ku.sepertinya aku
kejang-kejang hebat.
“dokter!!!”teriak kakakku,segera seorang laki-laki berbaju
putih masuk kedalam kamar ku dan berlari mendekatiku dengan panik.lagi-lagi
semuanya hitam.
“vanesa”laki-laki itu kembali memanggilku sambil menodongkan
tangan-nya.
“felix?”aku mencoba menyambut tangan-nya.
“vanesa,datanglah kepada ku…di kamar nomer 444”laki-laki itu
menatap ku dengan penuh harapan,saat tangan kami bersentuhan tiba-tiba ada
suara lagi yang sedang memanggil ku.
“kakak?”aku baru menyadari suara itu milik kakakku.
“jangan vanesa,jangan dengarkan dia.teruslah bersamaku
vanesa”laki-laki itu menarik tangan ku.Seketika aku baru tersadar tentang kamar
nomer 444.
“tidak!”aku berusaha melepaskan pegangan tangan-nya.
“oh vanesa,a wrong choice”tangan laki-laki itu tiba-tiba
menghilang seperti angin,tubuh-nya menghilang secara tiba-tiba.
“felix!!!”teriak ku.tiba-tiba ruangan yang tadinya putih
bersih berubah menjadi hitam kelam.
Dimana aku? Bukankah ini kamar 444? Kenapa aku ada di sini?
Ugh,terlalu banyak pertanyaan yang menumpuk di benak ku.
“hei! Vanesa!”seseorang memegang tangan ku.
“eh a..ada apa?”aku kaget karena melihat wajah kakakku yang
bersimba darah,dengan segala bentuk luka.
“sudah sadar ya?”kakakku tersenyum.“sepertinya kau tadi
kerasukan.tadi kau kejang-kejang lalu melukai dokter dan orang-orang di sekitar
mu”jelas kakakku sambil menahan rasa sakit.
“a..aku...”mulut ku bergetar,mataku seketika pedih.ingin
rasanya aku memohon maaf atas luka-luka di wajah kakakku.
“hahaha…sudahlah vanesa,ini bukan salah mu.ini salah ruh yang
ada di tubuh mu”kakakku tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa padanya.
“t..tapi aku…”belum sempat aku meneruskan kata-kataku.
“vanesa! Dengarkan aku! Aku benjanji akan terus
melindungimu,walaupun yang mengganggumu adalah hantu atau mahluk luar
angkasa.”kakakku berteriak sambil mengacungkan jari kelingking-nya.
“i..iya”aku menyambut jarinya sambil tersenyum,tanpa
memperdulikan felix yang sudah membusuk di belakang ku.
Dan sejak hari itu kakakku bekerja sebagai pengusir hantu.
•••
Kampus,22 maret 2001
pagi yang cerah,katanya hari ini
akan datang siswa baru.kulirik jam tangan ku,ternyata sudah jam 08:00.dosen
mana yang jam segini belum datang?
“kriieeet…”suara decitan pintu yang dibuka itu selalu membuat
ku merinding,serasa berada di film horror yang sesungguhnya.eh,bukankah itu
miss lexie…dan siapa laki-laki itu? Sepertinya aku pernah melihatnya beberapa
tahun lalu.
“hello every body,this is a new student”jelas dosen ku itu
sambil memegang pundak laki-laki di samping-nya.
“whoa…ganteng banget,siapa nama nya?”Tanya salah satu temanku
sambil berdiri dengan genit,diikuti tatapan mengerikan laki-laki di kelas ku.
“felix levando”jawab dosenku itu.felix? sepertinya aku pernah
dengar,tapi di mana?
“kyaa!! Namanya keren banget! Dia duduk di mana?”kata teman ku
yang lain.
“tenang gadis-gadis,dia duduk di samping vanesa”miss lexie
menatap ku di barengi dengan tatapan dan senyuman felix si siswa baru.
Deg! Senyuman itu! Felix levando! Kamar nomer 444! Aku ingat!
“hei! Seharusnya kau sudah mati! Kenapa kau bisa ada di sini?
Kau sudah membusuk di sana!”teriakku.
“vanesa!!!”miss lexie berteriak,suaranya agak melengking tapi
terdengar tegas.
“aku tidak mau duduk di samping mayat hidup!”aku kembali
berteriak.
“va…”dosenku berhenti bicara saat felix memegang tangan-nya.
Felix berjalan maju,menuju ke kursi kosong di samping
ku.senyuman-nya terus tertuju ke arah ku,dan dia langsung duduk di sampingku
tanpa berpikir panjang.
“oh vanesa,a wrong choice”senyuman-nya makin melebar,kata-kata
itu makin mengingatkan ku pada-nya.
Ya! Ini memang gila,sejak pertama melihat senyuman-nya aku
jatuh cinta padanya.seharusnya aku senang melihat-nya menjadi nyata,tapi ini
sesuatu yang berbeda.mayat membusuk di kamar nomer 444 sekarang tersenyum di
samping-ku.kalian pasti juga akan merinding jika menemui hal yang sama seperti
ku.Kucoba bertahan untuk beberapa minggu,aku harap bisa mengatasi arwah
gentayangan ini sendirian.
•••
“hei felix,lempar bolanya ke sini!”teriakku memerintah.
“jangan fel,lempar ke aku aja”tolak tia dengan gaya genit-nya.
“felix”ran memelas.
Felix menatap ku.“tangkap!”felix melempar bola voli itu ke
arah ku.
“yeah!”teriak ku kegirangan karena sudah di pilih felix untuk
menjadi kelompok-nya.“thanks”aku tersenyum ke arah-nya.dia hanya membalas
dengan anggukan ringan.
Waktu sangat cepat berubah,yang tadinya aku takut pada felix
sekarang sudah berangsur-angsur suka padanya.oh ya,aku lupa menjelaskan kalau
kampus ku ini tidak seperti kampus biasa.di kampus,setiap pagi kami selalu
olahraga.kami juga bermain voli dan basket ketika sore hari.
“ayo vanesa,kita diskusikan tak-tik nya”felix menarik tangan
ku sambil berlari kecil mencari tempat yang nyaman untuk mendiskusikan tak-tik
main voli ini,pokoknya kami harus menang!
Setelah diskusi kami ke lapangan yang sudah di sediakan,kami
melawan junra dan tana.tiba-tiba hawa dingin melewatiku,oh tidak.semuanya
gelap.
“vanesa”itu felix,kenapa di saat seperti ini pikiran batin ku
terbuka.
“ya?”jawab ku dengan tenang,tapi sebenarnya aku gugup
menghadapi felix yang seperti ini.
“aku mau bicara sesuatu,dengar ya!”felix memegang kedua tangan
ku.oh tidak! Jantung ku berdetak terlalu kencang.
“sejak pertama kali bertemu di kamar rumah sakit itu,aku sudah
jatuh cinta padamu! Kamu mau jadi…”felix belum menyelesaikan kata-katanya.
“felix! Kenapa di saat seperti ini kau membawa ku ke tempat
ini? Ini di mana?”sergah ku,aku sudah tau apa yang akan dia katakan.aku sebenar
nya mau sih jadi belahan jiwanya,tapi…aku belum siap.maaf felix.
“aku membawa mu karena tiba-tiba saja kau tidak sadarkan
diri,itu adalah kesempatan bagiku.dan…kita ada di dalam pikiran batin mu”felix
menjelaskan.berarti aku benar kalau pikiran batin ku sedang terbuka.
“felix,bawa aku keluar.aku mohon”aku berusaha membujuk felix.
“kalau itu mau mu”felix tersenyum.
Kubuka mataku pelan-pelan,kulihat felix tersenyum.aku juga
bisa mendengar teman-teman memanggil ku.“thanks”aku tersenyum.
felix menjawab senyumanku.sepertinya aku pingsan di lapangan
voli,dan aku terbaring dalam pelukan felix.hangat,rasanya nyaman.
“huh…seandainya aku adalah vanesa yang sedang di peluk
felix”tia terlihat cemburu.
“dan seandainya aku felix yang bisa memeluk vanesa”sambung
junra.
“dasar junra! Kau tidak setia!”teriak tana kepada junra.junra
dan tana memang adalah sepasang kekasih,tapi kata junra aku adalah nomer 1 di hatinya
sebelum bertemu tana.laki-laki di kelas kami juga mengatakan aku adalah yang
paling cantik di kampus,oke lupakan itu.
“vanesa,kau mau ku
antar pulang? Kau terlihat tidak sehat”felix manatap ku dalam-dalam,ah
laki-laki ini pintar sekali berakting.
“tidak usah,nanti aku minta kakak ku menjemput ku”tolak ku
karena merasa tidak enak.
“hei,aku tidak suka penolakan”felix dengan cepat menggendongku
menuju mobil-nya,eh tunggu.mobil? sejak kapan felix mempunyai mobil? Sejak di
dunia arwah?
Aku di dudukkan di kursi samping pengemudi,dia segera duduk di
kursi pengemudi dan langsung melesat ke rumah ku.tapi dari mana dia tau rumah
ku? Jangan-jangan dia juga punya rumah tidak terlihat di rumah ku,hiiiii…...
Sesampainya di rumah,felix menggendongku sampai ke sofa.sepertinya
kakak ku tidak ada di rumah.untung saja tadi aku membawa duplikat kunci
rumah.kalau tidak,bisa-bisa aku di luar rumah semalaman.
“vanesa,kakak mu mana?”Tanya felix.
“mungkin lagi jalan-jalan”jawab ku enteng.
“kira-kira pulang nya kapan?”
“biasanya sih sampai malam”
“mau aku temani di rumah sampai kakak mu pulang?”felix
sepertinya sangat perhatian pada ku.karena tidak ingin sendirian di
rumah,akhirnya aku menganggukan kepala.felix tersenyum menatap ku.
“tunggu di sini,aku akan membuatkan sesuatu untuk mu”felix
berdiri dan berjalan ke arah dapur.sepertinya dia mau memasak,tapi dari mana
dia belajar memasak? Di dunia arwah?
Ku lemparkan pandangan ke arah kucing peliharaan ku yang dari
tadi ada di samping ku,ku belai badan-nya yang lembut.wajar saja kucing seharga
jutaan ini banyak di gemari karena bulunya yang lembut.tak lama kemudian felix
datang dengan membawa banyak makanan dengan tangan-nya.
“selamat makan”katanya sambil tersenyum.
“selamat makan”jawab ku.
Selesai makan kami bercerita tentang satu sama lain,kami juga
berbagi rahasia.ternyata felix mati karena dibunuh.dia disuntikan racun
sianida,saat mati pun felix tak kunjung di kubur.felix bisa ke dunia manusia
karena pikiran batin ku yang memanggilnya,aku juga tidak sadar dengan hal itu.
Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu,mungkin itu kakak
ku.saat aku beranjak dari sofa felix memegang tangan ku.“jangan”felix
memelankan suaranya.aku mendekatkan wajah ku.
“kenapa?”aku berbisik.dia berdiri dan mengoyangkan tangan-nya
di depan pintu,tiba-tiba saja pintu dan temboknya menjadi tembus pandang.tampak
sesosok laki-laki berbadan besar dan membawa kapak berada di depan pintu rumah
ku.aku menutup mulut ku rapat-rapat.ingin sekali aku berteriak,tapi ini bukan
saat yang tepat.
Aku lekas berlari masuk kedalam kamarku saat mengetahui kakak
ku sudah berada di belakang laki-laki yang membawa kapak itu.sepertinya akan
ada pertarungan di antara mereka.aku menutup tubuhku dengan selimut.tubuhku
gemetar,aku takut!
“hei vanesa,bukankah kakak mu itu tidak suka
perkelahian?”felix masuk ke kamar ku dan membelai rambut ku.
“dia memang tidak suka perkelahian,tapi dia akan menghajar
siapapun yang menurutnya membahayakan ku.dia sudah berjanji kepadaku”jelasku
sambil menatap felix dalam-dalam.
“orang itu tidak akan melukai mu,dia datang kesini untuk
menjemputku ke dunia arwah”felix tersenyum.
“apa maksudmu? Bukankah kau datang ke sini atas kemauan
pikiran batin ku?”aku semakin binggung dengan semua yang telah ku lihat ini.
“yeah,tapi sesuai peraturan di sana aku harus kembali ke dunia
arwah”jelas felix.“seandainya ada pengusir hantu di sini,yang melindungiku dari
orang-orang yang akan menjemputku”tambah-nya lagi.
“hei felix,apa orang yang menjemputmu itu juga hantu?”tanyaku
saat teringat kakak ku adalah pengusir hantu.
“tentu saja”felix mengangguk.
Aku langsung melompat dari ranjang ku menuju ruang tamu,aku
terkejut melihat kakak ku berada di sofa bersama orang yang membawa kapak itu.
“kakak! Dia itu hantu! Kenapa kau membiarkan nya masuk!?”aku
panik.
“oh,ternyata kau vanesa”kakak ku berdiri dari sofa,dan
mendekatkan wajahnya kepadaku.“aku tau”kakak ku berbisik.aku tersenyum
menanggapi itu.
“sebaiknya kau tetap berada di kamar sampai makan malam”kakak
ku mendorong ku ke kamar,“dan kunci pintunya”.aku mengangguk.
Eh? Jadi sekarang aku di dalam kamar bersama felix? Ku lihat
senyuman-nya mengembang.ugh…sekarang aku mulai berperasangka negative. “kenapa
senyum-senyum?”celoteh ku.
Tanpa menoleh ke arah ku,dia merapikan tempat tidur ku.dia
menepuk-nepuk bantal ku “vanesa,kamu harus segera tidur”.deg! maksud-nya,aku
tidur dan membiarkan-nya berada di kamar ku?!
“hei felix,aku sudah bukan anak kecil lagi!”aku menjitak
kepalanya.
“aww…apa maksudmu?”felix menunjukan muka sok tidak
berdosa-nya.
“kamu itu aki-laki tau!”
“terus?”
“kok terus? Ntar ketabrak lo”
Felix lagi-lagi menunjukan muka sok tidak berdosa-nya.aku
bertaruh jika kalian melihat ekspresi mahluk ini pasti kalian akan muntah.
Skip…kulihat kakak ku sedang menonton televisi.aku pun segera
membuka pintu kamar ku dan duduk di samping kakak ku.
“orang yang membawa kapak tadi ke mana?”tanyaku.
“sudah pulang”kakak ku masih sibuk dengan televisi-nya.
“memangnya kalian bicara apa?”
“dia bilang,ada satu ruh yang lepas dari dunia arwah”sekarang
kakak ku menatap ku dengan tatapan mengawasi “apa kau tau sesuatu?”.
“eh..t..tidak kok”duh,kok kakak ku menatap ku seperti itu sih?
“lalu siapa hantu yang ada di kamar mu?”tatapan kakak ku
semakin tajam.
“d…dia b..bukan hantu kok!”
“jangan bohong vanesa,apa kau lupa kalau aku ini pengusir
hantu?”
“pokoknya dia bukan hantu!”aku berdiri dan menarik felix
keluar dari kamarku.“dia pacar ku”aku nyengir penuh kemenangan.
Felix menatap ku,kelihatan-nya dia binggung dengan tingkah ku
ini.“jalan-jalan yuk,darling”aku merangkul tangan felix dan menarik-nya ke luar
rumah.mungkin jalan-jalan malam bisa membuat otak ku lebih segar.
“itu tadi beneran?”tiba-tiba felix bertanya.
“ya,nggak lah”aku bilang begini karena aku belum siap pacaran.
“ooh…kirain beneran”felix nyengir ke arah ku dan membuat ku
tertawa.
“enak aja”.
•••
Kampus,16 november 2003
kira-kira tahun ini kuliah ku
akan berakhir,besok aku sudah harus wisuda.waktu memang cepat sekali
berlalu,mmh…kira-kira felix di mana ya?
“plak”sebuah tamparan yang amat keras mendarat di pipi
ku,“aagh”aku meringis kesakitan.sambil memegang pipi ku yang masih terasa
sakit,aku menatap orang yang berani-berani-nya menampar ku.
“t…tana? Kenapa?”aku terkejut melihat tana yang sudah memasang
wajah penuh amarah-nya kepada ku.
“kenapa? Harusnya aku yang tanya,kenapa kamu mengambil junra
ku!!”
“aku nggak ngambil junra dari kamu kok! Ini salah paham!”
“salah paham gimana! Tadi siang junra minta putus! Katanya dia
cinta sama kamu! Hiks..hiks”tana menangis,“sudahlah tana..”aku berusaha memeluk
nya.tapi dia malah meronta “nggak usah pegang-pegang dasar penghianat!”.
Aku menatap tana yang sedang berlari menjauh dariku,air
matanya berjatuhan di rumput-rumput taman.aku mengerti perasaan-nya,ini hanya
salah paham.tapi…bukan nya junra sudah janji kepada tana untuk tidak mencintai
orang lain selain dia? Apa yang terjadi dengan junra? Aku buru-buru berlari
mencari junra,aku akan minta penjelasan dari-nya!
“vanesa!”felix menghentikan langkah ku,“kenapa buru-buru?”.
“aku lagi mencari junra,kamu lihat junra nggak?”
“tuh,junra lagi teriak-teriak pakai toa di lapangan”felix
menunjuk seseorang di lapangan.
“temenin aku ke sana ya!”aku menggandeng tangan felix dan
menarik-nya ke lapangan.
Terdengar junra sedang berteriak “AKU CINTA VANESA!!!VANESA I
LOVE YOU!!!”.what! malu-maluin banget sih.
“junra!!! Stop!!!”aku berteriak ke arah-nya.
“oh..hai vanesa sayang”nadanya seperti play boy.
“junra,kamu kenapa sih!?”aku bersembunyi di balik lengan
felix.
“aku lagi mabuk cinta”junra mendekat ke arah ku.
“sadar jun!”felix memukul wajah junra.
“hei hei,kamu nggak usah ikut-ikutan ya!”junra menarik kerah
baju felix.
“maaf ya,tapi…vanesa itu pacar ku,jadi urusan dia itu urusan
ku juga!”
“vanesa pacar mu? Itu nggak bener kan van?”
“iya,felix itu pacar ku! Jadi mendingan kamu kembali aja sama
tana!”aku merangkul tangan felix.
“nggak bisa gitu donk! Kamu harus jadi milik ku!”
“felix,mendingan kita jalankan rencana B!”
“eh?”felix binggung.
“LARI!!!!”aku menarik felix sekuat-kuatnya.
Akhirnya kami pun sampai di perpustakaan,mungkin kami perlu rencana.junra
terlihat tidak seperti biasanya,dia tidak mungkin seperti itu.dia bukan junra!
Aku yakin dia pasti bukan junra!
“lagi mikir apa?”tiba-tiba suara felix membuyarkan lamunan ku.
“Cuma lagi mau nyusun rencana buat nyadarin junra kok”aku
menatap felix,“kenapa junra tiba-tiba jadi aneh gitu ya?”
“junra…junra ke…”felix baru saja ingin melanjutkan
kata-kata-nya,tiba-tiba pintu perpustakaan terbuaka.
“vanesa!”oh tidak itu junra! Kenapa dia bisa tau kalau aku di
perpustakaan?
Dengan sigap felix menendang perut junra sampai dia
terjatuh,lalu kami segera berlari menuju parkiran.“ayo masuk ke mobil!”kami pun
masuk ke mobil dan segera pergi meninggalkan kampus.kami tertawa di dalam
mobil.
“tadi hampir saja”
“eh,tadi apa yang mau kau katakan?”
“junra,dia kerasukan”
What! Aku kira junra punya iman yang kuat,ternyata
tidak.pantas saja Cuma tana yang suka dengan-nya.
“apa kau tau siapa yang merasuki-nya?”
“yeah,bisa di bilang laki-laki berbadan besar yang kemarin
membawa kapak itu”
“eh? Tapi kenapa dia mencari ku?”
“bukan kah kau itu cantik?”
Deg! Jika memang kecantikan ku membawa petaka sebesar ini,aku
sudi kok menjadi jelek.tapi aku tidak sudi jika kejelekan malah membuat ku di
benci oleh felix :3
“t..tapi,bukan kah dia sedang mencarimu?”
“untuk apa dia mencari ku kalau sudah ada yang lebih
baik”felix tersenyum ke arah ku.
Kyaaa! “tapi aku bukan hantu”
“mudah saja,dia cuma harus membunuh mu kok”
“a…apa…membunuh ku?”
“yeah,tapi jika kau tidak tertangkap dia tidak akan bisa
membunuh mu”felix terlihat masih sibuk mengendalikan mobil-nya.“tapi tenang
saja,aku akan selalu melindungi mu kok”sekarang dia menunjukan senyum-nya yang
membuat ku jatuh cinta.
“perhatikan jalan nya donk”ejek ku.
Felix hanya tertawa menanggapi hal itu,aku harap felix tidak
akan pergi dari dunia ini sampai aku siap untuk menjalin suatu hubungan.
“apa kau mau menemaniku untuk mengusir makhluk itu?”suara
felix membuyarkan lamunan ku.
“boleh”
Dan seketika aku merasa seperti detektif,maksud ku seperti
pengusir hantu sungguhan.wkwkwkwk
“umm….felix,sebaik nya kita minta bantuan kakak ku saja.kakak
ku itu pengusir hantu!”
Tiba-tiba felix menatapku,datar.“apa kau mau aku ikut di usir
juga?”
“eh,benar juga.sebaik nya tidak usah ya?”
Felix mengangguk dan kembali melihat ke arah jalan,eh tunggu.sejak
kapan felix jadi ganteng banget? Eh,aku ini ngomong apa sih? Ok lupakan.
“vanesa….”ada suara terdengar dari arah bangku belakang.Gleg!
Aduh aku benar-benar pengen kencing sekarang.tanpa sengaja aku telah
mengeluarkan suara 24 oktafku untuk yang ke dua kalinya.buram,semuanya menjadi
hitam.
“hai cantik”
Sial! Kenapa sih orang yang sama sekali tidak aku
kenal,sekarang masuk ke dalam pikiran batin ku.mungkin kalian sudah tau siapa
yang memanggil ku dengan nada play boy itu,yep! Dia adalah orang yang merasuki
junra.laki-laki berbadan besar dan membawa kapak ke mana-mana,bahkan sekarang
pun dia membawa kapak besarnya itu.
“k…kamu siapa?”aku sedikit ketakutan
“nama ku felix levando”dia melontarkan senyum percaya
diri,dengan cepat aku memutar otak agar tidak mempercayai apa yang dia katakan.
“bohong! Kau bukan felix,felix itu pacar…eh,maksud ku…teman
ku!”aduh…aku ngomong apa sih barusan?
“hahaha…aku sudah tau kok kalau kau jatuh cinta kepada orang
itu,tapi kau tidak boleh percaya padanya.”deg! apa maksud nya?
“percaya lah padaku,dia hanyalah seorang penipu!”
“apa maksud mu?”
“dia bukan felix yang kau kenal,dia hanya arwah pemakan
bangkai!!”
“h..hei! dengar ya! Aku tidak akan percaya pada mu! Jika kau
ingin aku percaya pada mu,kau harus menunjukan buktinya pada ku!”
“vanesa…aku mohon padamu,percaya lah padaku.jika kau ingin
hidup mu selamat maka tidak ada cara lain lagi,trus me”dia menunjukan wajah
memelas,penuh kepercayaan.
“a…aku…”baru saja aku ingin melanjutkan kata-kata ku,felix
sudah membangunkan ku dari alam bawah sadar ku.
“kamu tidak apa-apa?”felix terlihat cemas.
aku menggeleng sambil tersenyum,aku berdiri dan menatap
sekeliling.sepertinya ini adalah rumah ku,aku kembali menatap ke arah felix.aku
teringat kata-kata orang pembawa kapak tadi.“felix…”
“ya?”
“tidak…tidak ada apa-apa”aku bingung sekarang.apakah aku harus
mempercayai felix? Atau orang pembawa kapak?
•••
Kampus,17 n0vember 2003
Tibalah hari ini,hari kebebasan
ku dari kuliah kedokteran yang sangat berat.aku juga binggung setelah,lulus aku
langsung kerja atau melanjutkan study S2.tapi
menurutku itu tidak penting,yang penting sekarang adalah menyelamatkan nyawaku
dari arwah-arwah membingungkan itu.
“nervous ya?”tiba-tiba junra yang masih kerasukan memegang
pundak ku,dan menyadarkan ku dari lamunan ku.aku mengangguk.Jujur saja,aku
masih takut dengan orang pembawa kapak itu.dan aku juga masih binggung harus
percaya pada siapa.
“vanesa! Apa yang kau lakukan?”felix menarik tangan
ku,sepertinya dia takut kalau aku dekat-dekat dengan junra yang masih kerasukan.
“felix….”
“ya?”
“bisakah kau jujur kepada ku?”ok! kali ini aku harus
memberanikan diri.
“jujur? Jujur soal apa?”felix menunjukan wajah polos nya.
“apa kau benar-benar suka padaku?”ih..apaan sih aku ini,lebay
banget
“of course! Why not?”
“jika kau suka padaku,berarti kau harus jujur! Apakah kau
itu……arwah pemakan……..bangkai?”
Felix terdiam,aku jadi cemas dan merasa bersalah karena telah
bertanya yang tidak-tidak padanya.
“iya”jawab felix dengan suara rendah
Deg! Mulut ku terkunci,tenggorokan ku kering.aku tidak bisa
berkata apa-apa lagi sekarang,jadi….selama ini felix….
“tapi itu….”felix belum menyelesaikan kata-katanya.
“j…jadi selama ini aku cuma incaran mu ya? Jadi aku cuma
tumbal berikut nya?!”aku berteriak,aku tidak peduli berapa orang yang akan
mendengar ku.
“tunggu dulu,a…aku…”
“DIAM!!!!”aku kembali berteriak,aku sangat kecewa pada
felix.ternyata orang yang selama ini aku cintai hanya menganggap ku sebagai
mangsa nya.
Tanpa ku sadari ada air yang jatuh di pipiku,aku
menangis.Dengan cepat aku mengusap air mata ku dan berlari meninggalkan
felix,aku masih bisa mendengar suara felix memanggil ku.“jahat”mungkin itu
adalah 1 kata yang bisa mewakili semua kebohongan nya.seandai nya dia jujur
pasti hal ini tidak akan serumit ini.
Aku berdiri di samping junra yang masih kerasukan,aku
tersenyum padanya “thanks”.junra menyadari kehadiran ku langsung tersenyum
“sudah percaya padaku tuan putri?”.aku mengangguk,rasanya aku sudah bisa
melepas beban di dalam diri ku.SKIP…..
Selesai wisuda dan lain-lain,kami di persilahkan pulang.aku
lelah sekali,ingin langsung tiduran di kasurku yang empuk.tiba-tiba ada suara
dari belakang tubuh ku.
“vanesa!”ohh….ternyata itu junra yang masih kerasukan.
“hai!”sebenarnya aku bingung dengan orang pembawa kapak
itu,sampai kapan dia akan meminjam tubuh junra? Ok,sekarang aku merasa kasihan
pada junra.
“capek ya? Mau aku antar pulang tuan putri?”tanpa ku sadari
aku merasa sangat senang.saat aku membutuhkan seseorang untuk mengantar ku
pulang,orang ini lah yang pertama menawarkan bantuan.tanpa pikir panjang aku
langsung menerima tawaran nya.
Di perjalanan kami berbincang-bincang sedikit tentang
kehidupan masing-masing,aku jadi teringat felix.apa aku terlalu polos? Masa aku
mau membocorkan kisah kehidupan ku dengan orang yang baru aku kenal semalam?
Bahkan aku tidak tau nama nya.menyadari hal itu,aku langsung terdiam.
“ada apa tuan putri?”junra yang menyadari kebungkaman ku
langsung menoleh ke arah ku.
“dari tadi kita mengobrol,tapi aku belum tau nama mu”
“oh iya,nama ku ax victor”junra (victor) mengembangkan senyum
percaya dirinya,victor? Pasaran banget.
“salam kenal”kubalas senyum percaya dirinya.
Skip..sampai di rumah ku,aku persilahkan dia masuk.aku
berharap kakak ku tidak ada di sini,tapi mungkin itu mustahil.aku melihat kakak
ku berada di kamar nya,sedang asik dengan laptop nya.
“kakak,aku pulang!!”aku lihat kakak ku segera ke luar kamar
dan memastikan aku pulang dengan orang yang tepat.
“siapa ini?”Tanya kakak ku sinis.
“ini victor,orang pembawa kapak yang kemaren”jawab ku enteng.
“nama panjang nya?”
“ax victor”victor menyodorkan tangan nya.
“Thomas lugasta”kakak ku menyambut sodoran tangan victor,lalu
melemparkan pandangan nya kepada ku.“kalian baru semalam ketemuan udah kayak
teman lama,terus di mana pacar mu itu?”
Deg! Kenapa kakak bertanya seperti itu? Apalagi di tambah
tatapan yang tidak bersahabat dengan ku.aku bisa merasakan gelombang bahaya
dari kakak ku.dengan cepat aku menjawab “dia bukan pacar ku kak,no coment,aku
capek.lebih baik kalian berbincang-bincang dulu,aku mau istirahat”.soal
capek,aku sih tidak bohong….hanya saja,aku malas membicarakan soal felix dengan
kakak ku.kakak ku ini terkenal kepo tentang masalah ku.aku berjalan dengan
malas menuju kamar ku dan langsung menutup pintu nya,aku hempaskan tubuh ku di
ranjang,biarlah stress ku hilang bersamaan dengan penat ku ini.tanpa ku sadari
aku tertidur.
•••
Taman,31 juli 2004
waktu berlalu begitu cepat,tidak
terasa ini sudah hampir 8 bulan setelah kepergian felix.yep! hampir 8 bulan ini
aku tidak dapat kabar dari felix,menatap wajah nya pun tidak,dia menghilang
setelah aku marah padanya.apakah aku terlalu kasar padanya? Aku tidak berpikir
panjang saat marah padanya,dan sekarang aku menyesal.seharusnya aku memikirkan
cintanya kepadaku.jika dia memang mau menjadikan aku mangsanya,seharusnya dia
tidak memberi tau aku jati diri nya yang sebenarnya.dan juga,kalau aku memang
benar-benar mencintai nya
seharusnya
aku tidak takut mati jika bersamanya.dasar vanesa bodoh.!!!
Saat aku tenggelam dalam lamunan ku,tiba-tiba aku melihat
sesosok bayangan laki-laki yang familier…..FELIX!!! aku segera mengejar
bayangan itu,kali ini aku tidak akan merelakan mu pergi!
“vanesa” felix menengok ke belakang “aku tau itu pasti
kamu,kenapa kau kengejar ku? Bukankah aku adalah arwah pemakan bangkai?”
Seketika air mata ku jatuh di pipi ku,aku menyesal! “maaf”
suara ku bergetar,aku langsung memeluk nya,“maafkan aku felix”.
“untuk apa?”
“karena aku tidak bisa mempercayai mu,aku menyesal.jika aku
memang mangsamu,bunuhlah aku.aku tidak takut mati jika bersamamu,karena
aku…”aku tidak bisa melanjutkan kata-kata ku,semua nya gelap.
Oh…pikiran batin ku terbuka,bener-benar waktu yang tepat.aku
menatap sekeliling,mencari felix.
“apa yang terjadi vanesa? Kenapa tiba-tiba?”felix memegang
pundak ku dari belakang,secara reflek aku langsung berbalik.
“felix….orang itu…victor…”mulutku bergetar,aku tidak bisa
menyusun kata-kata.aku terlalu takut untuk bercerita,bahkan di pikiran batin ku
sekalipun.
“ceritakan pelan-pelan vanesa,aku bisa
membantumu,tenanglah”felix menenangkan ku.
“orang pembawa kapak….ax victor…”
•••
Rumah vanesa,9 Februari 2004
malam itu aku terbangun,aku
merasa ada hawa yang aneh di sertai teriakan seorang laki-laki.hiii….aku bahkan
tidak berani mengintip ke luar jandela kamar ku,di dalam kamar aku cuma berdua
dengan kucing Persia ku.aku mencoba memberanikan diri untuk mengintip ke luar
jendela kamar.
Terlihat kakak ku bersama victor yang masih dalam tubuh
junra,sepertinya kakak ku ingin mengeluarkan victor dari tubuh junra.ih…menjijikan,aku
melihat ada sesuatu yang keluar dari mulut junra.aku menutup mulutku
erat-erat,aku menggigil,keringat dingin.tiba-tiba victor memperlihatkan
diri,dia menjadi makin berotot di banding terakhir kali aku melihatnya.terlihat
kakak ku segera menerkam victor dan mengunci leher nya dengan tangan,tangan
victor seperti mencari-cari sesuatu.kapak! dia mengambil kapak dan mengayunkan
nya tepat di tangan kakak ku.kakak ku berteriak kesakitan,bahkan aku yang
melihat kejadian itu hampir menggigit lidah ku sendiri.
Victor menghempaskan tubuh kakak ku,dan mengambil sesuatu yang
tadi nya keluar dari mulut junra.oh iya,kelihatan nya junra pingsan.setelah
mengambil benda itu victor memasukan benda itu ke mulut kakak ku.hell,aku mau
muntah sekarang.victor tiba-tiba menghilang.bersamaan dengan itu,mata kakak ku
berubah menjadi merah.seperti film werewolves (manusia serigala),kakak ku
menjerit di tengah kesunyian malam.hell,kakak ku melihat ku.aku segera memeluk
kucing Persia ku dan bersembunyi di balik selimut,aku benar-benar ketakutan
sekarang.
“vanesa…buka pintunya,ini aku”kakak ku membuka pintu,aku bisa
mendengar ada suara kapak di seret.“vanesa,apa kau baik-baik saja?”
Kakak ku naik ke atas tempat tidur,dia membuka selimutku
dengan cepat.aku bisa melihat sebuah kapak penuh darah yang di ayunkan ke atas,dan
wajah kakak ku yang menjadi merah dengan senyum yang penuh amarah dan mata
merah yang terbelalak seperti ingin copot.untuk yang ketiga kalinya aku
mengeluarkan teriakan 24 oktaf ku lagi.kapak itu sudah di ayunkan ke atas,tidak
ada jalan bagiku untuk kabur,inilah satu detik berhargaku sebelum menemui
ajal,selanjutnya aku akan mati,mati di bunuh,mati,mati,mati……..aku menutup
mataku dan memeluk kucingku erat-erat.
Lama…..loh kok aku belum mati? Aku buka mata ku lagi,bisa ku
lihat junra yang setengah sadar memegang tangan kakak ku yang membawa
kapak.kapak itu cuma 2cm dari wajah ku,jantungku rasanya mau copot,air mata ku
mengalir deras.seandainya junra tidak menyelamatkan aku,aku pasti sudah mati di
sini.
Junra masih menahan tangan kakak ku dan menguncinya,junra
menatap ku “lari vanesa!!!”.aku membelalakkan mataku,aku segera bangkit dari
kasur dan menuju pintu keluar.tunggu,baru saja aku sadari kalau aku lari nasib
junra bagaimana?!
“kamu tidak ikut jun!?”
“kalau aku ikut,siapa yang akan menahan monster ini!!!?”
Aku menatap junra lekat-lekat,seandainya aku punya kekasih
seperti junra yang rela mati demi menyelamatkan aku.aku tersenyum padanya untuk
terakhir kalinya,dia membalas senyuman ku.dengan cepat aku berlari ke luar
rumah.
“vanesa!! Jangan lupa sampaikan salam ku pada tana…I LOVE U
TANA”mungkin itu adalah kata terakhir dari mulutnya.
“hei jun,kau harus janji keluar dari rumah ini dengan selamat
ya! Kalau tidak kau akan aku hajar”air mataku menetes saat mendengar jawaban
nya.
“janji!”junra tersenyum ke arah ku.
Aku lanjut berlari untuk meminta balabantuan,dan juga
paranormal untuk mengusir victor dari tubuh kakak ku.aku tidak bisa berpesan
kepada junra untuk tidak melukai kakak ku,bagai manapun junra juga harus hidup.
Tiba-tiba kenangan itu datang di kepalaku,felix ada di mana
sekarang? Aku sangat menyesal karena sudah mempercayai victor.setelah keluar
dari masalah ini,aku akan mencari felix dan meminta penjelasan kepadanya.
•••
“b…begitulah ceritanya”air mata ku masih menggenang.
“lalu bagaimana nasip victor,junra,dan kakak mu?”
“victor sudah kembali ke alam-nya,dia diusir oleh para
normal”aku menenangkan diriku,lalu menanjutkan “junra sudah mati,dan kakak
ku…masih berada di rumah sakit”.
Felix memelukku erat-erat “maafkan aku vanesa,aku tidak tau
apa yang telah kau alami selama ini….maafkan aku”felix mempererat pelukkan nya.
“selama ini kau di mana? Sedang apa? Dan jelaskan padaku
tentang diri mu?”aku menatap felix lekat-lekat.
“baiklah,mula-mula aku akan menceritakan tentang diri ku
dulu.seperti yang kau tau,aku ini adalah arwah pemakan bangkai.awalnya aku
memang mengincarmu untuk memakan mu,tapi itu hanya awalnya….lama-kelamaan aku
mulai menyukaimu dan melupakan keinginan ku yang sebelum nya”aku menatap felix
dengan penuh penyesalan,“selama 8 bulan terakhir aku ada di alam arwah,menunggu
waktu untuk kembali ke dunia lagi.agar aku bisa menemuimu”tambahnya lagi.
Aku menangis sejadi-jadinya,felix mengusap air mataku dengan
lembut,dan memelukku lagi.“maafkan aku felix,I love you”
“I love you too,vanesa”felix menatap ku,“jadi,kita jadian
nih?”
“ya nggak lah,jangan terlalu berharap ya”
“kirain….”felix cemberut,aku tertawa sambil mencubit pipinya.
•••
Rumah vanesa,7 agustus 2004
yeah!!! Hari ini kakak ku pulang
dari rumah sakit,tapi dia harus banyak istirahat.setelah di pikir-pikir kakak
ku ini sudah tua tapi kenapa tidak cepat-cepat menikah? Aku pernah menanyakan
hal itu,tapi jawaban nya adalah “karena kakak harus melindungimu,dasar
kepo!”kira-kira begitu sih :v
Hari ini felix datang ke rumah ku,dia ingin menjenguk kakak ku
yang penuh luka.dan sekarang dia sedang duduk di samping ku,dia sedang
berbicara dengan kakak ku.tiba-tiba saja mereka berdua menatap ku dengan
tatapan waspada,sepertinya aku harus keluar rumah deh…mungkin rahasia
cowok.tanpa di perintah aku segera berdiri dan berlari ke luar rumah.
Skip…setelah beberapa menit,felix pun ke luar rumah.wajahnya
terlihat mencurigakan,begitu juga dengan kakak ku yang sedang duduk di sofa
dengan senyum mencurigakan nya.oke! aku kepo sekarang.
“ayo felix,lakukan saja!”kakak ku berteriak dari dalam rumah.
Tiba-tiba felix berlutut di hadapan ku dan mengeluarkan seikat
besar bunga dari balik tubuhnya,tangan nya yang sedari tadi menggenggam sesuatu
akhirnya terbuka.kotak cincin berwarna merah yang memperlihatkan 2 cincin
couple.
“do you want to marry me?”deg! jantung ku hampir berhenti
karena mendengar kata-kata itu,iya felix aku mau! Sangat mau!!!
“t..tapi kenapa langsung to the point?”
“bukan aku nama nya kalo membuang-buang waktu hanya untuk
pacaran,lebih baik langsung to the point kan?”felix memainkan alis nya naik
turun.
“dasar kau ini”aku tersipu malu,aku berlari masuk ke dalam
rumah.aku segera memeluk kakak ku.
“aw…itu sakit tau!!”kakak ku berteriak,oh iya….aku hampir lupa
kalau kakak ku lagi diperban.hihihihi….maaf ya
“bolehkah?”
“yeah…terserah kau saja”
“yeey!!! Love you brother”aku kembali berlari ke arah
felix,“ya…aku mau”
Sekarang giliran felix yang kegirangan,sampai loncat-loncat
segala.kemudian dia langsung menarik ku masuk ke dalam rumah,“jadi…kapan kita
married?”
Aku memegang pundak felix,“jika hantu menikah dengan
manusia,apakah itu wajar? Apakah kau akan hilang setelah itu?”
Felix menundukan wajah nya “maaf vanesa,aku tidak memikirkan
hal itu”.tiba-tiba hati ku terasa hancur berkeping-keping,baru saja aku akan
melewati masa pre-wedding dan ternyata tidak jadi.
“tenanglah kalian berdua! Seharusnya sih vanesa harus menjadi
arwah juga…”kakak ku tiba-tiba bersuara.what! tidak salah dengar?
“tapi aku tidak akan membiarkan vanesa mati hanya demi
dirimu!”kakak ku menunjuk felix,“jadi kita akan mengambil pilihan kedua,felix
harus jadi manusia!”kakak ku terlihat serius.
“memangnya bisa?”Tanya aku dan felix hampir berbarengan.
“nggak sih”BRAK!! Hati ku hancur berkeping-keping lagi.
“tidak lucu tau!!”
“sabar vanesa,bukankah felix pulang ke dunia arwah karena ada
jemputan? Kalau jemputan itu tidak ada,maka felix akan berada di sini
selamanya!”kakak ku memperlihatkan gaya sok keren nya di depan felix.
“dengan kata lain,kakak mau memusnahkan jemputan-jemputan
felix?”
“of course vanesa”
“tapi bukankah kakak harus menikah juga??”tiba-tiba kakak ku
membatu,sepertinya kata-kataku menusuk nya terlalu dalam.hihihi…
“b..bukan begitu vanesa,tipe ku itu adalah perempuan yang bisa
mengusir hantu juga…jadi dia bisa membantu ku menolong felix”kakak ku lagi-lagi
memasang gaya sok keren nya.
“up to you brother”
•••
Rumah
vanesa,2 oktober 2004
Tibalah hari pernikahan kami,hari di mana kehidupan baru di
mulai,hari paling penting dalam sejarah aku dan felix,hari di mana kebahagiaan
di mulai kembali.aku bahkan sempat tidak percaya kalau aku bisa menikah dengan
felix levando,cinta pertama ku.semoga cinta kami terus ada sampai akhir hayat
ku,sampai akhir hayat ku karena velix tidak bisa mati,lebih tepatnya dia sudah
mati.kata orang surga itu saat merasakan pre-wedding,mungkin itu
benar.hihihi…..Tunggu sebentar,felix kok jadi makin ganteng “oh my ghost”.felix
tersenyum ke arah ku.
“oh vanesa,a wrong choice”felix menggoda ku.
“apa maksud nya?”
“nggak ada kok,cuma mau membuat kamu takut aja”wajah felix
memerah.
“sayang nya aku nggak takut”aku tersenyum sinis.
“iya…aku juga sayang sama kamu”
“apaan sih…dasar nggak jelas”aku mendaratkan tinju main-main
di perutnya.
“hahaha…serius kok”
“diam”wajah ku memerah.
End