Senin, 16 Mei 2016

NOVELKU

Oh My Ghost

Hola…namaku Vanesa Lugasta,aku kuliah di jurusan kedokteran.Aku mempunyai kakak bernama Thomas Lugasta,dia bekerja sebagai pengusir hantu.kalian ingin tahu kenapa kakak laki-lakiku ini memilih pekerjaan yang sangat aneh itu? Biarkan aku bercerita sedikit tentang hal itu.
•••
Rumah sakit,17 mei 2000
malam ini aku ada ujian praktek,aku dan dosen ku sedang menelusuri lorong-lorong rumah sakit ini.kami berhenti di kamar dengan nomor 444,kami pun masuk.Di dalam kami mencium bau busuk yang sangat menyengat.Di depan kami ada sebuah mayat yang sudah membusuk.
“nah Vanesa,silahkan periksa mayat ini”perintah miss faust kepadaku.
“mayat ini!?”kataku tidak percaya.Di dalam hatiku ada penolakan yang sangat besar,tapi mau bagaimana lagi.Ini adalah cara satu-satunya untuk lulus ke semester berikutnya.
“yeah!”kata miss faust sambil menampakkan senyum penuh kemenangan-nya kepada ku.
Aku pun segera mengambil beberapa alat kedokteran,tanpa pikir panjang aku segera mengambil sample darah mayat ini.tapi ada sesuatu yang mengejutkan,tiba-tiba tangan mayat ini langsung memegang tangan ku.aku panik setengah mati,kucoba minta bantuan kepada miss faust.tapi guruku itu justru menggeleng sambil menutup mulut-nya rapat-rapat.aku bertambah  panik,tanpa sengaja aku mengeluarkan teriak-kan 24 oktaf ku yang telah lama ku simpan dalam tenggorokan ku.Tiba-tiba saja semua menjadi hitam,tak ada yang tersisa lagi.
“vanesa,ikutlah denganku ke surga”suara lembut yang diikuti senyuman manis itu telah membuat ku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
“siapa namamu?”tanyaku sambil berusaha mengejar pria tampan yang sedari tadi terus menjauh dariku.
“namaku….Felix levando”jawabnya.
Tiba-tiba dia menghilang,aku terkejut.kupanggil namanya berkali-kali,tapi dia tak kunjung muncul.tanpaku sadari air mataku menetes,aku menangis (?)
Aku terbangun,ku lihat sekelilingku.kamar bernuansa putih dengan infuse yang menancap di pergelangan tanganku.jadi yang tadi itu Cuma mimpi?
“Vanesa Lugasta?”terdengar suara samar-samar seorang laki-laki.mungkin itu kakakku.
“oh…ada di ruangan nomor 445”jawab seseorang yang ku duga sebagai dokter atau perawat.setelah ku cerna baik-baik kata-kata itu aku teringat ujian praktek di ruangan nomor 444.jadi dengan kata lain aku bersebelahan kamar dengan mayat yang berbau busuk itu.
aku menghela nafas panjang,mencoba menenangkan diri dari pikiran negative ku.tiba-tiba pintu kamarku terbuka,terlihat sosok gagah berpakaian serba hitam dengan jaket yang terbuka.laki-laki itu tersenyum melihat aku baik-baik saja.
“kakak…”suaraku parau,rasanya sulit untuk membuka mulut.
“ssstt…jangan banyak bicara,kau diam saja ya!”kata kakakku dengan senyum di wajahnya.
Aku hanya mengangguk lemah,tiba-tiba saja laki-laki itu menatapku sinis.senyuman yang menenangkan hati itu berubah menjadi tatapan sinis mengerikan.
“kalau ikut seseorang harus hati-hati donk! Jangan asal ikut gitu aja!”omel kakakku dengan tatapan sinis-nya.
“m…maksud kakak?”tanyaku dengan suara parau seperti orang yang sedang sakit parah,aku binggung kenapa kakakku tiba-tiba ngomel seperti itu.
“Wanita yang kau panggil miss faust kemaren adalah HANTU tau!”teriak kakakku.
“hantu?”tanyaku lagi sambil meyakinkan pendengaranku.
“yep! Hantu yang menyamar sebagai orang yang kau kenal”jawab kakakku.
“tapi dari mana kakak tau?”aku mulai curiga kepada kakakku,mungkin dia membuntutiku karena keluar malam.
“dasar bodoh,mana ada kakak yang membiarkan adiknya keluar malam bersama seorang wanita tua.”jelas kakakku,tapi dia belum menjawab pertanyaan ku sepenuhnya.
“dengan kata lain,kakak membuntuti ku?”aku berusaha mencerna kata-kata-nya.
“bisa dibilang begitu”kakakku membenarkan.ternyata dugaan ku benar.
Tiba-tiba badan ku bergetar hebat,ruh ku seakan ingin pergi dari tubuhku.kulihat kakakku terkejut melihat keadaan ku.sepertinya aku kejang-kejang hebat.
“dokter!!!”teriak kakakku,segera seorang laki-laki berbaju putih masuk kedalam kamar ku dan berlari mendekatiku dengan panik.lagi-lagi semuanya hitam.
“vanesa”laki-laki itu kembali memanggilku sambil menodongkan tangan-nya.
“felix?”aku mencoba menyambut tangan-nya.
“vanesa,datanglah kepada ku…di kamar nomer 444”laki-laki itu menatap ku dengan penuh harapan,saat tangan kami bersentuhan tiba-tiba ada suara lagi yang sedang memanggil ku.
“kakak?”aku baru menyadari suara itu milik kakakku.
“jangan vanesa,jangan dengarkan dia.teruslah bersamaku vanesa”laki-laki itu menarik tangan ku.Seketika aku baru tersadar tentang kamar nomer 444.
“tidak!”aku berusaha melepaskan pegangan tangan-nya.
“oh vanesa,a wrong choice”tangan laki-laki itu tiba-tiba menghilang seperti angin,tubuh-nya menghilang secara tiba-tiba.
“felix!!!”teriak ku.tiba-tiba ruangan yang tadinya putih bersih berubah menjadi hitam kelam.
Dimana aku? Bukankah ini kamar 444? Kenapa aku ada di sini? Ugh,terlalu banyak pertanyaan yang menumpuk di benak ku.
“hei! Vanesa!”seseorang memegang tangan ku.
“eh a..ada apa?”aku kaget karena melihat wajah kakakku yang bersimba darah,dengan segala bentuk luka.
“sudah sadar ya?”kakakku tersenyum.“sepertinya kau tadi kerasukan.tadi kau kejang-kejang lalu melukai dokter dan orang-orang di sekitar mu”jelas kakakku sambil menahan rasa sakit.
“a..aku...”mulut ku bergetar,mataku seketika pedih.ingin rasanya aku memohon maaf atas luka-luka di wajah kakakku.
“hahaha…sudahlah vanesa,ini bukan salah mu.ini salah ruh yang ada di tubuh mu”kakakku tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa padanya.
“t..tapi aku…”belum sempat aku meneruskan kata-kataku.
“vanesa! Dengarkan aku! Aku benjanji akan terus melindungimu,walaupun yang mengganggumu adalah hantu atau mahluk luar angkasa.”kakakku berteriak sambil mengacungkan jari kelingking-nya.
“i..iya”aku menyambut jarinya sambil tersenyum,tanpa memperdulikan felix yang sudah membusuk di belakang ku.
Dan sejak hari itu kakakku bekerja sebagai pengusir hantu.
•••
Kampus,22 maret 2001
pagi yang cerah,katanya hari ini akan datang siswa baru.kulirik jam tangan ku,ternyata sudah jam 08:00.dosen mana yang jam segini belum datang?
“kriieeet…”suara decitan pintu yang dibuka itu selalu membuat ku merinding,serasa berada di film horror yang sesungguhnya.eh,bukankah itu miss lexie…dan siapa laki-laki itu? Sepertinya aku pernah melihatnya beberapa tahun lalu.
“hello every body,this is a new student”jelas dosen ku itu sambil memegang pundak laki-laki di samping-nya.
“whoa…ganteng banget,siapa nama nya?”Tanya salah satu temanku sambil berdiri dengan genit,diikuti tatapan mengerikan laki-laki di kelas ku.
“felix levando”jawab dosenku itu.felix? sepertinya aku pernah dengar,tapi di mana?
“kyaa!! Namanya keren banget! Dia duduk di mana?”kata teman ku yang lain.
“tenang gadis-gadis,dia duduk di samping vanesa”miss lexie menatap ku di barengi dengan tatapan dan senyuman felix si siswa baru.
Deg! Senyuman itu! Felix levando! Kamar nomer 444! Aku ingat!
“hei! Seharusnya kau sudah mati! Kenapa kau bisa ada di sini? Kau sudah membusuk di sana!”teriakku.
“vanesa!!!”miss lexie berteriak,suaranya agak melengking tapi terdengar tegas.
“aku tidak mau duduk di samping mayat hidup!”aku kembali berteriak.
“va…”dosenku berhenti bicara saat felix memegang tangan-nya.
Felix berjalan maju,menuju ke kursi kosong di samping ku.senyuman-nya terus tertuju ke arah ku,dan dia langsung duduk di sampingku tanpa berpikir panjang.
“oh vanesa,a wrong choice”senyuman-nya makin melebar,kata-kata itu makin mengingatkan ku pada-nya.
Ya! Ini memang gila,sejak pertama melihat senyuman-nya aku jatuh cinta padanya.seharusnya aku senang melihat-nya menjadi nyata,tapi ini sesuatu yang berbeda.mayat membusuk di kamar nomer 444 sekarang tersenyum di samping-ku.kalian pasti juga akan merinding jika menemui hal yang sama seperti ku.Kucoba bertahan untuk beberapa minggu,aku harap bisa mengatasi arwah gentayangan ini sendirian.
•••
“hei felix,lempar bolanya ke sini!”teriakku memerintah.
“jangan fel,lempar ke aku aja”tolak tia dengan gaya genit-nya.
“felix”ran memelas.
Felix menatap ku.“tangkap!”felix melempar bola voli itu ke arah ku.
“yeah!”teriak ku kegirangan karena sudah di pilih felix untuk menjadi kelompok-nya.“thanks”aku tersenyum ke arah-nya.dia hanya membalas dengan anggukan ringan.
Waktu sangat cepat berubah,yang tadinya aku takut pada felix sekarang sudah berangsur-angsur suka padanya.oh ya,aku lupa menjelaskan kalau kampus ku ini tidak seperti kampus biasa.di kampus,setiap pagi kami selalu olahraga.kami juga bermain voli dan basket ketika sore hari.
“ayo vanesa,kita diskusikan tak-tik nya”felix menarik tangan ku sambil berlari kecil mencari tempat yang nyaman untuk mendiskusikan tak-tik main voli ini,pokoknya kami harus menang!
Setelah diskusi kami ke lapangan yang sudah di sediakan,kami melawan junra dan tana.tiba-tiba hawa dingin melewatiku,oh tidak.semuanya gelap.
“vanesa”itu felix,kenapa di saat seperti ini pikiran batin ku terbuka.
“ya?”jawab ku dengan tenang,tapi sebenarnya aku gugup menghadapi felix yang seperti ini.
“aku mau bicara sesuatu,dengar ya!”felix memegang kedua tangan ku.oh tidak! Jantung ku berdetak terlalu kencang.
“sejak pertama kali bertemu di kamar rumah sakit itu,aku sudah jatuh cinta padamu! Kamu mau jadi…”felix belum menyelesaikan kata-katanya.
“felix! Kenapa di saat seperti ini kau membawa ku ke tempat ini? Ini di mana?”sergah ku,aku sudah tau apa yang akan dia katakan.aku sebenar nya mau sih jadi belahan jiwanya,tapi…aku belum siap.maaf felix.
“aku membawa mu karena tiba-tiba saja kau tidak sadarkan diri,itu adalah kesempatan bagiku.dan…kita ada di dalam pikiran batin mu”felix menjelaskan.berarti aku benar kalau pikiran batin ku sedang terbuka.
“felix,bawa aku keluar.aku mohon”aku berusaha membujuk felix.
“kalau itu mau mu”felix tersenyum.
Kubuka mataku pelan-pelan,kulihat felix tersenyum.aku juga bisa mendengar teman-teman memanggil ku.“thanks”aku tersenyum.
felix menjawab senyumanku.sepertinya aku pingsan di lapangan voli,dan aku terbaring dalam pelukan felix.hangat,rasanya nyaman.
“huh…seandainya aku adalah vanesa yang sedang di peluk felix”tia terlihat cemburu.
“dan seandainya aku felix yang bisa memeluk vanesa”sambung junra.
“dasar junra! Kau tidak setia!”teriak tana kepada junra.junra dan tana memang adalah sepasang kekasih,tapi kata junra aku adalah nomer 1 di hatinya sebelum bertemu tana.laki-laki di kelas kami juga mengatakan aku adalah yang paling cantik di kampus,oke lupakan itu.
 “vanesa,kau mau ku antar pulang? Kau terlihat tidak sehat”felix manatap ku dalam-dalam,ah laki-laki ini pintar sekali berakting.
“tidak usah,nanti aku minta kakak ku menjemput ku”tolak ku karena merasa tidak enak.
“hei,aku tidak suka penolakan”felix dengan cepat menggendongku menuju mobil-nya,eh tunggu.mobil? sejak kapan felix mempunyai mobil? Sejak di dunia arwah?
Aku di dudukkan di kursi samping pengemudi,dia segera duduk di kursi pengemudi dan langsung melesat ke rumah ku.tapi dari mana dia tau rumah ku? Jangan-jangan dia juga punya rumah tidak terlihat di rumah ku,hiiiii…...
Sesampainya di rumah,felix menggendongku sampai ke sofa.sepertinya kakak ku tidak ada di rumah.untung saja tadi aku membawa duplikat kunci rumah.kalau tidak,bisa-bisa aku di luar rumah semalaman.
“vanesa,kakak mu mana?”Tanya felix.
“mungkin lagi jalan-jalan”jawab ku enteng.
“kira-kira pulang nya kapan?”
“biasanya sih sampai malam”
“mau aku temani di rumah sampai kakak mu pulang?”felix sepertinya sangat perhatian pada ku.karena tidak ingin sendirian di rumah,akhirnya aku menganggukan kepala.felix tersenyum menatap ku.
“tunggu di sini,aku akan membuatkan sesuatu untuk mu”felix berdiri dan berjalan ke arah dapur.sepertinya dia mau memasak,tapi dari mana dia belajar memasak? Di dunia arwah?
Ku lemparkan pandangan ke arah kucing peliharaan ku yang dari tadi ada di samping ku,ku belai badan-nya yang lembut.wajar saja kucing seharga jutaan ini banyak di gemari karena bulunya yang lembut.tak lama kemudian felix datang dengan membawa banyak makanan dengan tangan-nya.
“selamat makan”katanya sambil tersenyum.
“selamat makan”jawab ku.
Selesai makan kami bercerita tentang satu sama lain,kami juga berbagi rahasia.ternyata felix mati karena dibunuh.dia disuntikan racun sianida,saat mati pun felix tak kunjung di kubur.felix bisa ke dunia manusia karena pikiran batin ku yang memanggilnya,aku juga tidak sadar dengan hal itu.
Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu,mungkin itu kakak ku.saat aku beranjak dari sofa felix memegang tangan ku.“jangan”felix memelankan suaranya.aku mendekatkan wajah ku.
“kenapa?”aku berbisik.dia berdiri dan mengoyangkan tangan-nya di depan pintu,tiba-tiba saja pintu dan temboknya menjadi tembus pandang.tampak sesosok laki-laki berbadan besar dan membawa kapak berada di depan pintu rumah ku.aku menutup mulut ku rapat-rapat.ingin sekali aku berteriak,tapi ini bukan saat yang tepat.
Aku lekas berlari masuk kedalam kamarku saat mengetahui kakak ku sudah berada di belakang laki-laki yang membawa kapak itu.sepertinya akan ada pertarungan di antara mereka.aku menutup tubuhku dengan selimut.tubuhku gemetar,aku takut!
“hei vanesa,bukankah kakak mu itu tidak suka perkelahian?”felix masuk ke kamar ku dan membelai rambut ku.
“dia memang tidak suka perkelahian,tapi dia akan menghajar siapapun yang menurutnya membahayakan ku.dia sudah berjanji kepadaku”jelasku sambil menatap felix dalam-dalam.
“orang itu tidak akan melukai mu,dia datang kesini untuk menjemputku ke dunia arwah”felix tersenyum.
“apa maksudmu? Bukankah kau datang ke sini atas kemauan pikiran batin ku?”aku semakin binggung dengan semua yang telah ku lihat ini.
“yeah,tapi sesuai peraturan di sana aku harus kembali ke dunia arwah”jelas felix.“seandainya ada pengusir hantu di sini,yang melindungiku dari orang-orang yang akan menjemputku”tambah-nya lagi.
“hei felix,apa orang yang menjemputmu itu juga hantu?”tanyaku saat teringat kakak ku adalah pengusir hantu.
“tentu saja”felix mengangguk.
Aku langsung melompat dari ranjang ku menuju ruang tamu,aku terkejut melihat kakak ku berada di sofa bersama orang yang membawa kapak itu.
“kakak! Dia itu hantu! Kenapa kau membiarkan nya masuk!?”aku panik.
“oh,ternyata kau vanesa”kakak ku berdiri dari sofa,dan mendekatkan wajahnya kepadaku.“aku tau”kakak ku berbisik.aku tersenyum menanggapi itu.
“sebaiknya kau tetap berada di kamar sampai makan malam”kakak ku mendorong ku ke kamar,“dan kunci pintunya”.aku mengangguk.
Eh? Jadi sekarang aku di dalam kamar bersama felix? Ku lihat senyuman-nya mengembang.ugh…sekarang aku mulai berperasangka negative. “kenapa senyum-senyum?”celoteh ku.
Tanpa menoleh ke arah ku,dia merapikan tempat tidur ku.dia menepuk-nepuk bantal ku “vanesa,kamu harus segera tidur”.deg! maksud-nya,aku tidur dan membiarkan-nya berada di kamar ku?!
“hei felix,aku sudah bukan anak kecil lagi!”aku menjitak kepalanya.
“aww…apa maksudmu?”felix menunjukan muka sok tidak berdosa-nya.
“kamu itu aki-laki tau!”
“terus?”
“kok terus? Ntar ketabrak lo”
Felix lagi-lagi menunjukan muka sok tidak berdosa-nya.aku bertaruh jika kalian melihat ekspresi mahluk ini pasti kalian akan muntah.
Skip…kulihat kakak ku sedang menonton televisi.aku pun segera membuka pintu kamar ku dan duduk di samping kakak ku.
“orang yang membawa kapak tadi ke mana?”tanyaku.
“sudah pulang”kakak ku masih sibuk dengan televisi-nya.
“memangnya kalian bicara apa?”
“dia bilang,ada satu ruh yang lepas dari dunia arwah”sekarang kakak ku menatap ku dengan tatapan mengawasi “apa kau tau sesuatu?”.
“eh..t..tidak kok”duh,kok kakak ku menatap ku seperti itu sih?
“lalu siapa hantu yang ada di kamar mu?”tatapan kakak ku semakin tajam.
“d…dia b..bukan hantu kok!”
“jangan bohong vanesa,apa kau lupa kalau aku ini pengusir hantu?”
“pokoknya dia bukan hantu!”aku berdiri dan menarik felix keluar dari kamarku.“dia pacar ku”aku nyengir penuh kemenangan.
Felix menatap ku,kelihatan-nya dia binggung dengan tingkah ku ini.“jalan-jalan yuk,darling”aku merangkul tangan felix dan menarik-nya ke luar rumah.mungkin jalan-jalan malam bisa membuat otak ku lebih segar.
“itu tadi beneran?”tiba-tiba felix bertanya.
“ya,nggak lah”aku bilang begini karena aku belum siap pacaran.
“ooh…kirain beneran”felix nyengir ke arah ku dan membuat ku tertawa.
“enak aja”.
•••
Kampus,16 november 2003
kira-kira tahun ini kuliah ku akan berakhir,besok aku sudah harus wisuda.waktu memang cepat sekali berlalu,mmh…kira-kira felix di mana ya?
“plak”sebuah tamparan yang amat keras mendarat di pipi ku,“aagh”aku meringis kesakitan.sambil memegang pipi ku yang masih terasa sakit,aku menatap orang yang berani-berani-nya menampar ku.
“t…tana? Kenapa?”aku terkejut melihat tana yang sudah memasang wajah penuh amarah-nya kepada ku.
“kenapa? Harusnya aku yang tanya,kenapa kamu mengambil junra ku!!”
“aku nggak ngambil junra dari kamu kok! Ini salah paham!”
“salah paham gimana! Tadi siang junra minta putus! Katanya dia cinta sama kamu! Hiks..hiks”tana menangis,“sudahlah tana..”aku berusaha memeluk nya.tapi dia malah meronta “nggak usah pegang-pegang dasar penghianat!”.
Aku menatap tana yang sedang berlari menjauh dariku,air matanya berjatuhan di rumput-rumput taman.aku mengerti perasaan-nya,ini hanya salah paham.tapi…bukan nya junra sudah janji kepada tana untuk tidak mencintai orang lain selain dia? Apa yang terjadi dengan junra? Aku buru-buru berlari mencari junra,aku akan minta penjelasan dari-nya!
“vanesa!”felix menghentikan langkah ku,“kenapa buru-buru?”.
“aku lagi mencari junra,kamu lihat junra nggak?”
“tuh,junra lagi teriak-teriak pakai toa di lapangan”felix menunjuk seseorang di lapangan.
“temenin aku ke sana ya!”aku menggandeng tangan felix dan menarik-nya ke lapangan.
Terdengar junra sedang berteriak “AKU CINTA VANESA!!!VANESA I LOVE YOU!!!”.what! malu-maluin banget sih.
“junra!!! Stop!!!”aku berteriak ke arah-nya.
“oh..hai vanesa sayang”nadanya seperti play boy.
“junra,kamu kenapa sih!?”aku bersembunyi di balik lengan felix.
“aku lagi mabuk cinta”junra mendekat ke arah ku.
“sadar jun!”felix memukul wajah junra.
“hei hei,kamu nggak usah ikut-ikutan ya!”junra menarik kerah baju felix.
“maaf ya,tapi…vanesa itu pacar ku,jadi urusan dia itu urusan ku juga!”
“vanesa pacar mu? Itu nggak bener kan van?”
“iya,felix itu pacar ku! Jadi mendingan kamu kembali aja sama tana!”aku merangkul tangan felix.
“nggak bisa gitu donk! Kamu harus jadi milik ku!”
“felix,mendingan kita jalankan rencana B!”
“eh?”felix binggung.
“LARI!!!!”aku menarik felix sekuat-kuatnya.
Akhirnya kami pun sampai di perpustakaan,mungkin kami perlu rencana.junra terlihat tidak seperti biasanya,dia tidak mungkin seperti itu.dia bukan junra! Aku yakin dia pasti bukan junra!
“lagi mikir apa?”tiba-tiba suara felix membuyarkan lamunan ku.
“Cuma lagi mau nyusun rencana buat nyadarin junra kok”aku menatap felix,“kenapa junra tiba-tiba jadi aneh gitu ya?”
“junra…junra ke…”felix baru saja ingin melanjutkan kata-kata-nya,tiba-tiba pintu perpustakaan terbuaka.
“vanesa!”oh tidak itu junra! Kenapa dia bisa tau kalau aku di perpustakaan?
Dengan sigap felix menendang perut junra sampai dia terjatuh,lalu kami segera berlari menuju parkiran.“ayo masuk ke mobil!”kami pun masuk ke mobil dan segera pergi meninggalkan kampus.kami tertawa di dalam mobil.
“tadi hampir saja”
“eh,tadi apa yang mau kau katakan?”
“junra,dia kerasukan”
What! Aku kira junra punya iman yang kuat,ternyata tidak.pantas saja Cuma tana yang suka dengan-nya.
“apa kau tau siapa yang merasuki-nya?”
“yeah,bisa di bilang laki-laki berbadan besar yang kemarin membawa kapak itu”
“eh? Tapi kenapa dia mencari ku?”
“bukan kah kau itu cantik?”
Deg! Jika memang kecantikan ku membawa petaka sebesar ini,aku sudi kok menjadi jelek.tapi aku tidak sudi jika kejelekan malah membuat ku di benci oleh felix :3
“t..tapi,bukan kah dia sedang mencarimu?”
“untuk apa dia mencari ku kalau sudah ada yang lebih baik”felix tersenyum ke arah ku.
Kyaaa! “tapi aku bukan hantu”
“mudah saja,dia cuma harus membunuh mu kok”
“a…apa…membunuh ku?”
“yeah,tapi jika kau tidak tertangkap dia tidak akan bisa membunuh mu”felix terlihat masih sibuk mengendalikan mobil-nya.“tapi tenang saja,aku akan selalu melindungi mu kok”sekarang dia menunjukan senyum-nya yang membuat ku jatuh cinta.
“perhatikan jalan nya donk”ejek ku.
Felix hanya tertawa menanggapi hal itu,aku harap felix tidak akan pergi dari dunia ini sampai aku siap untuk menjalin suatu hubungan.
“apa kau mau menemaniku untuk mengusir makhluk itu?”suara felix membuyarkan lamunan ku.
“boleh”
Dan seketika aku merasa seperti detektif,maksud ku seperti pengusir hantu sungguhan.wkwkwkwk
“umm….felix,sebaik nya kita minta bantuan kakak ku saja.kakak ku itu pengusir hantu!”
Tiba-tiba felix menatapku,datar.“apa kau mau aku ikut di usir juga?”
“eh,benar juga.sebaik nya tidak usah ya?”
Felix mengangguk dan kembali melihat ke arah jalan,eh tunggu.sejak kapan felix jadi ganteng banget? Eh,aku ini ngomong apa sih? Ok lupakan.
“vanesa….”ada suara terdengar dari arah bangku belakang.Gleg! Aduh aku benar-benar pengen kencing sekarang.tanpa sengaja aku telah mengeluarkan suara 24 oktafku untuk yang ke dua kalinya.buram,semuanya menjadi hitam.
“hai cantik”
Sial! Kenapa sih orang yang sama sekali tidak aku kenal,sekarang masuk ke dalam pikiran batin ku.mungkin kalian sudah tau siapa yang memanggil ku dengan nada play boy itu,yep! Dia adalah orang yang merasuki junra.laki-laki berbadan besar dan membawa kapak ke mana-mana,bahkan sekarang pun dia membawa kapak besarnya itu.
“k…kamu siapa?”aku sedikit ketakutan
“nama ku felix levando”dia melontarkan senyum percaya diri,dengan cepat aku memutar otak agar tidak mempercayai apa yang dia katakan.
“bohong! Kau bukan felix,felix itu pacar…eh,maksud ku…teman ku!”aduh…aku ngomong apa sih barusan?
“hahaha…aku sudah tau kok kalau kau jatuh cinta kepada orang itu,tapi kau tidak boleh percaya padanya.”deg! apa maksud nya?
“percaya lah padaku,dia hanyalah seorang penipu!”
“apa maksud mu?”
“dia bukan felix yang kau kenal,dia hanya arwah pemakan bangkai!!”
“h..hei! dengar ya! Aku tidak akan percaya pada mu! Jika kau ingin aku percaya pada mu,kau harus menunjukan buktinya pada ku!”
“vanesa…aku mohon padamu,percaya lah padaku.jika kau ingin hidup mu selamat maka tidak ada cara lain lagi,trus me”dia menunjukan wajah memelas,penuh kepercayaan.
“a…aku…”baru saja aku ingin melanjutkan kata-kata ku,felix sudah membangunkan ku dari alam bawah sadar ku.
“kamu tidak apa-apa?”felix terlihat cemas.
aku menggeleng sambil tersenyum,aku berdiri dan menatap sekeliling.sepertinya ini adalah rumah ku,aku kembali menatap ke arah felix.aku teringat kata-kata orang pembawa kapak tadi.“felix…”
“ya?”
“tidak…tidak ada apa-apa”aku bingung sekarang.apakah aku harus mempercayai felix? Atau orang pembawa kapak?


•••
Kampus,17 n0vember 2003
Tibalah hari ini,hari kebebasan ku dari kuliah kedokteran yang sangat berat.aku juga binggung setelah,lulus aku langsung kerja atau melanjutkan study  S2.tapi menurutku itu tidak penting,yang penting sekarang adalah menyelamatkan nyawaku dari arwah-arwah membingungkan itu.
“nervous ya?”tiba-tiba junra yang masih kerasukan memegang pundak ku,dan menyadarkan ku dari lamunan ku.aku mengangguk.Jujur saja,aku masih takut dengan orang pembawa kapak itu.dan aku juga masih binggung harus percaya pada siapa.
“vanesa! Apa yang kau lakukan?”felix menarik tangan ku,sepertinya dia takut kalau aku dekat-dekat dengan junra yang masih kerasukan.
“felix….”
“ya?”
“bisakah kau jujur kepada ku?”ok! kali ini aku harus memberanikan diri.
“jujur? Jujur soal apa?”felix menunjukan wajah polos nya.
“apa kau benar-benar suka padaku?”ih..apaan sih aku ini,lebay banget
“of course! Why not?”
“jika kau suka padaku,berarti kau harus jujur! Apakah kau itu……arwah pemakan……..bangkai?”
Felix terdiam,aku jadi cemas dan merasa bersalah karena telah bertanya yang tidak-tidak padanya.
“iya”jawab felix dengan suara rendah
Deg! Mulut ku terkunci,tenggorokan ku kering.aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang,jadi….selama ini felix….
“tapi itu….”felix belum menyelesaikan kata-katanya.
“j…jadi selama ini aku cuma incaran mu ya? Jadi aku cuma tumbal berikut nya?!”aku berteriak,aku tidak peduli berapa orang yang akan mendengar ku.
“tunggu dulu,a…aku…”
“DIAM!!!!”aku kembali berteriak,aku sangat kecewa pada felix.ternyata orang yang selama ini aku cintai hanya menganggap ku sebagai mangsa nya.
Tanpa ku sadari ada air yang jatuh di pipiku,aku menangis.Dengan cepat aku mengusap air mata ku dan berlari meninggalkan felix,aku masih bisa mendengar suara felix memanggil ku.“jahat”mungkin itu adalah 1 kata yang bisa mewakili semua kebohongan nya.seandai nya dia jujur pasti hal ini tidak akan serumit ini.
Aku berdiri di samping junra yang masih kerasukan,aku tersenyum padanya “thanks”.junra menyadari kehadiran ku langsung tersenyum “sudah percaya padaku tuan putri?”.aku mengangguk,rasanya aku sudah bisa melepas beban di dalam diri ku.SKIP…..
Selesai wisuda dan lain-lain,kami di persilahkan pulang.aku lelah sekali,ingin langsung tiduran di kasurku yang empuk.tiba-tiba ada suara dari belakang tubuh ku.
“vanesa!”ohh….ternyata itu junra yang masih kerasukan.
“hai!”sebenarnya aku bingung dengan orang pembawa kapak itu,sampai kapan dia akan meminjam tubuh junra? Ok,sekarang aku merasa kasihan pada junra.
“capek ya? Mau aku antar pulang tuan putri?”tanpa ku sadari aku merasa sangat senang.saat aku membutuhkan seseorang untuk mengantar ku pulang,orang ini lah yang pertama menawarkan bantuan.tanpa pikir panjang aku langsung menerima tawaran nya.
Di perjalanan kami berbincang-bincang sedikit tentang kehidupan masing-masing,aku jadi teringat felix.apa aku terlalu polos? Masa aku mau membocorkan kisah kehidupan ku dengan orang yang baru aku kenal semalam? Bahkan aku tidak tau nama nya.menyadari hal itu,aku langsung terdiam.
“ada apa tuan putri?”junra yang menyadari kebungkaman ku langsung menoleh ke arah ku.
“dari tadi kita mengobrol,tapi aku belum tau nama mu”
“oh iya,nama ku ax victor”junra (victor) mengembangkan senyum percaya dirinya,victor? Pasaran banget.
“salam kenal”kubalas senyum percaya dirinya.
Skip..sampai di rumah ku,aku persilahkan dia masuk.aku berharap kakak ku tidak ada di sini,tapi mungkin itu mustahil.aku melihat kakak ku berada di kamar nya,sedang asik dengan laptop nya.
“kakak,aku pulang!!”aku lihat kakak ku segera ke luar kamar dan memastikan aku pulang dengan orang yang tepat.
“siapa ini?”Tanya kakak ku sinis.
“ini victor,orang pembawa kapak yang kemaren”jawab ku enteng.
“nama panjang nya?”
“ax victor”victor menyodorkan tangan nya.
“Thomas lugasta”kakak ku menyambut sodoran tangan victor,lalu melemparkan pandangan nya kepada ku.“kalian baru semalam ketemuan udah kayak teman lama,terus di mana pacar mu itu?”
Deg! Kenapa kakak bertanya seperti itu? Apalagi di tambah tatapan yang tidak bersahabat dengan ku.aku bisa merasakan gelombang bahaya dari kakak ku.dengan cepat aku menjawab “dia bukan pacar ku kak,no coment,aku capek.lebih baik kalian berbincang-bincang dulu,aku mau istirahat”.soal capek,aku sih tidak bohong….hanya saja,aku malas membicarakan soal felix dengan kakak ku.kakak ku ini terkenal kepo tentang masalah ku.aku berjalan dengan malas menuju kamar ku dan langsung menutup pintu nya,aku hempaskan tubuh ku di ranjang,biarlah stress ku hilang bersamaan dengan penat ku ini.tanpa ku sadari aku tertidur.
•••
Taman,31 juli 2004
waktu berlalu begitu cepat,tidak terasa ini sudah hampir 8 bulan setelah kepergian felix.yep! hampir 8 bulan ini aku tidak dapat kabar dari felix,menatap wajah nya pun tidak,dia menghilang setelah aku marah padanya.apakah aku terlalu kasar padanya? Aku tidak berpikir panjang saat marah padanya,dan sekarang aku menyesal.seharusnya aku memikirkan cintanya kepadaku.jika dia memang mau menjadikan aku mangsanya,seharusnya dia tidak memberi tau aku jati diri nya yang sebenarnya.dan juga,kalau aku memang benar-benar mencintai nya seharusnya aku tidak takut mati jika bersamanya.dasar vanesa bodoh.!!!
Saat aku tenggelam dalam lamunan ku,tiba-tiba aku melihat sesosok bayangan laki-laki yang familier…..FELIX!!! aku segera mengejar bayangan itu,kali ini aku tidak akan merelakan mu pergi!
“vanesa” felix menengok ke belakang “aku tau itu pasti kamu,kenapa kau kengejar ku? Bukankah aku adalah arwah pemakan bangkai?”
Seketika air mata ku jatuh di pipi ku,aku menyesal! “maaf” suara ku bergetar,aku langsung memeluk nya,“maafkan aku felix”.
“untuk apa?”
“karena aku tidak bisa mempercayai mu,aku menyesal.jika aku memang mangsamu,bunuhlah aku.aku tidak takut mati jika bersamamu,karena aku…”aku tidak bisa melanjutkan kata-kata ku,semua nya gelap.
Oh…pikiran batin ku terbuka,bener-benar waktu yang tepat.aku menatap sekeliling,mencari felix.
“apa yang terjadi vanesa? Kenapa tiba-tiba?”felix memegang pundak ku dari belakang,secara reflek aku langsung berbalik.
“felix….orang itu…victor…”mulutku bergetar,aku tidak bisa menyusun kata-kata.aku terlalu takut untuk bercerita,bahkan di pikiran batin ku sekalipun.
“ceritakan pelan-pelan vanesa,aku bisa membantumu,tenanglah”felix menenangkan ku.
“orang pembawa kapak….ax victor…”
•••
Rumah vanesa,9 Februari 2004
malam itu aku terbangun,aku merasa ada hawa yang aneh di sertai teriakan seorang laki-laki.hiii….aku bahkan tidak berani mengintip ke luar jandela kamar ku,di dalam kamar aku cuma berdua dengan kucing Persia ku.aku mencoba memberanikan diri untuk mengintip ke luar jendela kamar.
Terlihat kakak ku bersama victor yang masih dalam tubuh junra,sepertinya kakak ku ingin mengeluarkan victor dari tubuh junra.ih…menjijikan,aku melihat ada sesuatu yang keluar dari mulut junra.aku menutup mulutku erat-erat,aku menggigil,keringat dingin.tiba-tiba victor memperlihatkan diri,dia menjadi makin berotot di banding terakhir kali aku melihatnya.terlihat kakak ku segera menerkam victor dan mengunci leher nya dengan tangan,tangan victor seperti mencari-cari sesuatu.kapak! dia mengambil kapak dan mengayunkan nya tepat di tangan kakak ku.kakak ku berteriak kesakitan,bahkan aku yang melihat kejadian itu hampir menggigit lidah ku sendiri.
Victor menghempaskan tubuh kakak ku,dan mengambil sesuatu yang tadi nya keluar dari mulut junra.oh iya,kelihatan nya junra pingsan.setelah mengambil benda itu victor memasukan benda itu ke mulut kakak ku.hell,aku mau muntah sekarang.victor tiba-tiba menghilang.bersamaan dengan itu,mata kakak ku berubah menjadi merah.seperti film werewolves (manusia serigala),kakak ku menjerit di tengah kesunyian malam.hell,kakak ku melihat ku.aku segera memeluk kucing Persia ku dan bersembunyi di balik selimut,aku benar-benar ketakutan sekarang.
“vanesa…buka pintunya,ini aku”kakak ku membuka pintu,aku bisa mendengar ada suara kapak di seret.“vanesa,apa kau baik-baik saja?”
Kakak ku naik ke atas tempat tidur,dia membuka selimutku dengan cepat.aku bisa melihat sebuah kapak penuh darah yang di ayunkan ke atas,dan wajah kakak ku yang menjadi merah dengan senyum yang penuh amarah dan mata merah yang terbelalak seperti ingin copot.untuk yang ketiga kalinya aku mengeluarkan teriakan 24 oktaf ku lagi.kapak itu sudah di ayunkan ke atas,tidak ada jalan bagiku untuk kabur,inilah satu detik berhargaku sebelum menemui ajal,selanjutnya aku akan mati,mati di bunuh,mati,mati,mati……..aku menutup mataku dan memeluk kucingku erat-erat.
Lama…..loh kok aku belum mati? Aku buka mata ku lagi,bisa ku lihat junra yang setengah sadar memegang tangan kakak ku yang membawa kapak.kapak itu cuma 2cm dari wajah ku,jantungku rasanya mau copot,air mata ku mengalir deras.seandainya junra tidak menyelamatkan aku,aku pasti sudah mati di sini.
Junra masih menahan tangan kakak ku dan menguncinya,junra menatap ku “lari vanesa!!!”.aku membelalakkan mataku,aku segera bangkit dari kasur dan menuju pintu keluar.tunggu,baru saja aku sadari kalau aku lari nasib junra bagaimana?!
“kamu tidak ikut jun!?”
“kalau aku ikut,siapa yang akan menahan monster ini!!!?”
Aku menatap junra lekat-lekat,seandainya aku punya kekasih seperti junra yang rela mati demi menyelamatkan aku.aku tersenyum padanya untuk terakhir kalinya,dia membalas senyuman ku.dengan cepat aku berlari ke luar rumah.
“vanesa!! Jangan lupa sampaikan salam ku pada tana…I LOVE U TANA”mungkin itu adalah kata terakhir dari mulutnya.
“hei jun,kau harus janji keluar dari rumah ini dengan selamat ya! Kalau tidak kau akan aku hajar”air mataku menetes saat mendengar jawaban nya.
“janji!”junra tersenyum ke arah ku.
Aku lanjut berlari untuk meminta balabantuan,dan juga paranormal untuk mengusir victor dari tubuh kakak ku.aku tidak bisa berpesan kepada junra untuk tidak melukai kakak ku,bagai manapun junra juga harus hidup.
Tiba-tiba kenangan itu datang di kepalaku,felix ada di mana sekarang? Aku sangat menyesal karena sudah mempercayai victor.setelah keluar dari masalah ini,aku akan mencari felix dan meminta penjelasan kepadanya.
•••
“b…begitulah ceritanya”air mata ku masih menggenang.
“lalu bagaimana nasip victor,junra,dan kakak mu?”
“victor sudah kembali ke alam-nya,dia diusir oleh para normal”aku menenangkan diriku,lalu menanjutkan “junra sudah mati,dan kakak ku…masih berada di rumah sakit”.
Felix memelukku erat-erat “maafkan aku vanesa,aku tidak tau apa yang telah kau alami selama ini….maafkan aku”felix mempererat pelukkan nya.
“selama ini kau di mana? Sedang apa? Dan jelaskan padaku tentang diri mu?”aku menatap felix lekat-lekat.
“baiklah,mula-mula aku akan menceritakan tentang diri ku dulu.seperti yang kau tau,aku ini adalah arwah pemakan bangkai.awalnya aku memang mengincarmu untuk memakan mu,tapi itu hanya awalnya….lama-kelamaan aku mulai menyukaimu dan melupakan keinginan ku yang sebelum nya”aku menatap felix dengan penuh penyesalan,“selama 8 bulan terakhir aku ada di alam arwah,menunggu waktu untuk kembali ke dunia lagi.agar aku bisa menemuimu”tambahnya lagi.
Aku menangis sejadi-jadinya,felix mengusap air mataku dengan lembut,dan memelukku lagi.“maafkan aku felix,I love you”
“I love you too,vanesa”felix menatap ku,“jadi,kita jadian nih?”
“ya nggak lah,jangan terlalu berharap ya”
“kirain….”felix cemberut,aku tertawa sambil mencubit pipinya.
•••
Rumah vanesa,7 agustus 2004
yeah!!! Hari ini kakak ku pulang dari rumah sakit,tapi dia harus banyak istirahat.setelah di pikir-pikir kakak ku ini sudah tua tapi kenapa tidak cepat-cepat menikah? Aku pernah menanyakan hal itu,tapi jawaban nya adalah “karena kakak harus melindungimu,dasar kepo!”kira-kira begitu sih :v
Hari ini felix datang ke rumah ku,dia ingin menjenguk kakak ku yang penuh luka.dan sekarang dia sedang duduk di samping ku,dia sedang berbicara dengan kakak ku.tiba-tiba saja mereka berdua menatap ku dengan tatapan waspada,sepertinya aku harus keluar rumah deh…mungkin rahasia cowok.tanpa di perintah aku segera berdiri dan berlari ke luar rumah.
Skip…setelah beberapa menit,felix pun ke luar rumah.wajahnya terlihat mencurigakan,begitu juga dengan kakak ku yang sedang duduk di sofa dengan senyum mencurigakan nya.oke! aku kepo sekarang.
“ayo felix,lakukan saja!”kakak ku berteriak dari dalam rumah.
Tiba-tiba felix berlutut di hadapan ku dan mengeluarkan seikat besar bunga dari balik tubuhnya,tangan nya yang sedari tadi menggenggam sesuatu akhirnya terbuka.kotak cincin berwarna merah yang memperlihatkan 2 cincin couple.
“do you want to marry me?”deg! jantung ku hampir berhenti karena mendengar kata-kata itu,iya felix aku mau! Sangat mau!!!
“t..tapi kenapa langsung to the point?”
“bukan aku nama nya kalo membuang-buang waktu hanya untuk pacaran,lebih baik langsung to the point kan?”felix memainkan alis nya naik turun.
“dasar kau ini”aku tersipu malu,aku berlari masuk ke dalam rumah.aku segera memeluk kakak ku.
“aw…itu sakit tau!!”kakak ku berteriak,oh iya….aku hampir lupa kalau kakak ku lagi diperban.hihihihi….maaf ya
“bolehkah?”
“yeah…terserah kau saja”
“yeey!!! Love you brother”aku kembali berlari ke arah felix,“ya…aku mau”
Sekarang giliran felix yang kegirangan,sampai loncat-loncat segala.kemudian dia langsung menarik ku masuk ke dalam rumah,“jadi…kapan kita married?”
Aku memegang pundak felix,“jika hantu menikah dengan manusia,apakah itu wajar? Apakah kau akan hilang setelah itu?”
Felix menundukan wajah nya “maaf vanesa,aku tidak memikirkan hal itu”.tiba-tiba hati ku terasa hancur berkeping-keping,baru saja aku akan melewati masa pre-wedding dan ternyata tidak jadi.
“tenanglah kalian berdua! Seharusnya sih vanesa harus menjadi arwah juga…”kakak ku tiba-tiba bersuara.what! tidak salah dengar?
“tapi aku tidak akan membiarkan vanesa mati hanya demi dirimu!”kakak ku menunjuk felix,“jadi kita akan mengambil pilihan kedua,felix harus jadi manusia!”kakak ku terlihat serius.
“memangnya bisa?”Tanya aku dan felix hampir berbarengan.
“nggak sih”BRAK!! Hati ku hancur berkeping-keping lagi.
“tidak lucu tau!!”
“sabar vanesa,bukankah felix pulang ke dunia arwah karena ada jemputan? Kalau jemputan itu tidak ada,maka felix akan berada di sini selamanya!”kakak ku memperlihatkan gaya sok keren nya di depan felix.
“dengan kata lain,kakak mau memusnahkan jemputan-jemputan felix?”
“of course vanesa”
“tapi bukankah kakak harus menikah juga??”tiba-tiba kakak ku membatu,sepertinya kata-kataku menusuk nya terlalu dalam.hihihi…
“b..bukan begitu vanesa,tipe ku itu adalah perempuan yang bisa mengusir hantu juga…jadi dia bisa membantu ku menolong felix”kakak ku lagi-lagi memasang gaya sok keren nya.
“up to you brother”
•••
Rumah vanesa,2 oktober 2004
Tibalah hari pernikahan kami,hari di mana kehidupan baru di mulai,hari paling penting dalam sejarah aku dan felix,hari di mana kebahagiaan di mulai kembali.aku bahkan sempat tidak percaya kalau aku bisa menikah dengan felix levando,cinta pertama ku.semoga cinta kami terus ada sampai akhir hayat ku,sampai akhir hayat ku karena velix tidak bisa mati,lebih tepatnya dia sudah mati.kata orang surga itu saat merasakan pre-wedding,mungkin itu benar.hihihi…..Tunggu sebentar,felix kok jadi makin ganteng “oh my ghost”.felix tersenyum ke arah ku.
“oh vanesa,a wrong choice”felix menggoda ku.
“apa maksud nya?”
“nggak ada kok,cuma mau membuat kamu takut aja”wajah felix memerah.
“sayang nya aku nggak takut”aku tersenyum sinis.
“iya…aku juga sayang sama kamu”
“apaan sih…dasar nggak jelas”aku mendaratkan tinju main-main di perutnya.
“hahaha…serius kok”
“diam”wajah ku memerah.

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar